KlikJambiViral, Jambi – Gila bener! Sindikat calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan sukses bikin heboh seantero Jambi. Seorang warga dikadalin mentah-mentah sampai hartanya terkuras nyaris setengah miliar, tepatnya Rp385.002.500! Modusnya? Ngeri, bawa-bawa nama pejabat tinggi sampai ngaku-ngaku orang dekat Gubernur Jambi, Al Haris!
Kasus gila ini dibongkar langsung oleh Direktur LBH Makalam Justice Center, Romiyanto, selaku kuasa hukum korban. Aksi tipu-tipu ini ternyata sudah main sejak Februari 2024. Otaknya diduga seorang wanita bernama TN.
TN ini jualan janji manis, ngibul ke korban kalau anaknya bisa langsung masuk jadi PNS Kejaksaan dengan dalih “menggantikan pegawai pensiun”.
Biar korban makin buta dan percaya, Titin ini diduga pasang badan dengan flexing alias pamer kedekatan dengan ring satu Provinsi Jambi. Nggak tanggung-tanggung, dia ngaku sebagai anggota dewan dan punya hubungan super dekat dengan Gubernur Jambi, Al Haris.
Bahkan, TN dengan pedenya ngeklaim kalau anaknya sendiri adalah ajudan Sang Gubernur!
”Atas rangkaian pengakuan tersebut, klien kami percaya dan kemudian menyerahkan uang secara bertahap,” beber Romiyanto saat konferensi pers Sabtu, 9/5.
Korban yang udah kehipnotis janji manis akhirnya setor duit gila-gilaan. Ini rincian duit yang disedot jaringan TN Cs:
Kepada Rh: Rp50.000.000 (Februari 2024) dan Rp40.000.000 (23 Februari 2026).
Kepada TN: Rp145.000.000 (2 April 2024), Rp50.000.000 (5 April 2024), dan Rp50.000.000 (Juni 2024).
Kepada M. Faisal (Arahan TN): Rp50.002.500 (7 Maret 2024).
Total? Rp385.002.500 melayang, tapi janji SK PNS Kejaksaan cuma pepesan kosong!
Pemerasan Lanjutan: Siapa “Aabg Haris” yang Minta 35 Juta?
Sudah meraup ratusan juta, komplotan ini makin ngelunjak. Pada 23 Februari 2026, Titin nekat minta nambah lagi Rp40 juta dengan alasan SK pengangkatan udah keluar. Duit dikasih, SK tetap gaib!
Nggak ada puasnya, pada 28 Maret 2026, Titin balik lagi minta Rp35 juta! Kali ini dia pakai jurus pamungkas: ngirim screenshot percakapan WhatsApp dari kontak bernama “Aabg Haris”, yang digiring seolah-olah itu adalah Gubernur Jambi yang lagi minta “jatah”.
Udah Damai, Tapi Publik Tuntut Digital Forensik!
Kabar terbarunya, hari ini, Senin (11/5/2026), mendadak beredar info kalau korban dan pelaku diam-diam udah melakukan kesepakatan damai. Romiyanto membenarkan perdamaian itu.
Tapi tunggu dulu, kasus ini nggak bisa ditutup gitu aja! Publik menilai kalau damainya korban sama pelaku nggak bakal menghapus kecurigaan publik soal keterlibatan pejabat. Siapa sebenarnya “Aabg Haris” di WA itu?!
“Perdamaian memang sudah terjadi, tetapi hal itu tidak otomatis menjawab kecurigaan terkait adanya permintaan uang yang diduga dari WA Gubernur Jambi,” sikat Romiyanto.
LBH Makalam Justice Center kini menantang Gubernur Jambi Al Haris untuk berani klarifikasi terbuka di depan rakyat! Nggak cuma itu, penegak hukum ditantang buat segera bongkar screenshot WA itu pakai Pemeriksaan Digital Forensik.
Buktikan ke rakyat Jambi, siapa dalang sebenarnya di balik nomor “Aabg Haris” itu! Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas!
Apa Jawaban Kadis Kominfo?
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E. menjawab tanggung soal pertanyaan keterlibatan Gubernur.
Ia hanya membagikan link artikel Opini dari Tenaga Ahli Gubernur (TAG) yang berisikan tentang imbauan terhadap penipuan menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Namun saat dicecar lebih lanjut, apakah hal tersebut adalah sikap resmi, pihaknya tidak menjawab ekplisit.
“Sudah diklarifikasi ke pengacara korban, Gubernur membantah,” ujar Ariana yah singkat.
