Klikjambiviral.com, Jambi – Tabir misteri sosok inisial “T” dalam skandal percaloan bermodus “Jatah Gubernur” akhirnya terbongkar total ke publik. Wanita yang disebut-sebut bernama Bu Titin ini mendadak jadi buah bibir setelah dituding menilep uang ratusan juta milik warga.
Namun, alih-alih mendapat pembelaan dari lingkaran kekuasaan, respons dari “Istana” Rumah Dinas Gubernur Jambi justru luar biasa dingin. Bu Titin resmi “ditendang” dan sama sekali tidak diakui memiliki hubungan dengan Gubernur Al Haris!
Bagaimana substansi kasus yang menghebohkan ini dan seperti apa bantahan keras dari pihak Pemprov Jambi? Berikut ulasan lengkapnya!
Jual Nama Gubernur, Keruk Uang Korban Total Lebih Dari Rp 400 Juta
Kasus ini mencuat setelah korban berinisial A, seorang pemuda asal Bangko, Kabupaten Merangin, blak-blakan mengaku telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100 juta langsung kepada Bu Titin.
Modus yang dilakukan Bu Titin terbilang sangat berani:
Tahun 2023: Korban dijanjikan lolos tes Tamtama TNI dengan menyetor uang muka Rp 100 juta (dari total tarif Rp 150 juta). Kesepakatan diikat di atas meterai dengan tulisan samar: “uang titipan sementara”. Nyatanya, korban gugur di Palembang.
Tahun 2024: Karena batas umur korban habis, Bu Titin mengubah taktik. Ia menawarkan korban masuk ASN di Dinas Perhubungan atau Sipir Lapas lewat jalur “kuartal khusus” alias jatah kuota Gubernur. Korban diminta ikut ujian formalitas, namun hingga Mei 2026, janji tersebut menguap tanpa kejelasan.
Bukan hanya A, modus “Jatah Gubernur” yang dimainkan Bu Titin ini disinyalir merupakan pola lama. Sebelumnya, seorang ibu bahkan sempat menjadi korban dengan kerugian fantastis mencapai Rp 400 juta untuk posisi Jaksa. Kasus itu baru beres dan uang dikembalikan setelah sempat viral di media sosial.
Bantahan Keras Istana: Pak Al Haris Terkejut, Murni Urusan Pribadi!
Gerah dengan bola liar yang menyeret nama orang nomor satu di Provinsi Jambi, pihak Istana melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, langsung merilis bantahan resmi yang sangat menohok. Pihak Pemprov menegaskan tidak ada ruang bagi Bu Titin di lingkar dalam gubernur terkait urusan ini.
”Gubernur tentu terkejut dengan ulah Bu Titin, apalagi mengaitkan dengan Gubernur. Tidak ada hubungan Bu Titin dengan Pak Gubernur. Jadi apa yang dilakukan Bu Titin adalah urusan pribadinya,” tegas Ariansyah.
Pernyataan ini menjadi garis tegas dari pihak Istana untuk membersihkan nama Al Haris dari pusaran rumor miring rekrutmen abdi negara.
Benang Merah Sang Anak yang Jadi Walpri
Jika tidak ada hubungan, lantas mengapa Bu Titin bisa begitu meyakinkan di depan para korbannya? Dalam substansi laporan, Bu Titin bahkan sempat menelepon seseorang di depan korban untuk memuluskan aksinya.
Pihak Pemprov Jambi akhirnya buka-bukaan soal benang merah ini. Ariansyah membenarkan bahwa satu-satunya kaitan Bu Titin dengan lingkungan gubernur adalah profesi anaknya. Sang anak merupakan anggota TNI aktif yang saat ini ditugaskan sebagai Walpri (Pengawal Pribadi) Gubernur Jambi.
Namun, Ariansyah kembali menggarisbawahi bahwa jabatan sang anak sama sekali tidak bisa dijadikan tameng atau legitimasi atas aksi penipuan yang dilakukan oleh ibunya. Istana menyatakan bahwa segala tindakan Bu Titin yang menjual embel-embel “Jatah Gubernur” sepenuhnya harus dipertanggungjawabkan secara hukum oleh dirinya sendiri.












