Klikjambiviral.com, JAMBI – Sebuah kisah memilukan menimpa Sazli Rais, seorang pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Harapannya untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama keluarga tercinta kini berubah menjadi beban malu yang mendalam setelah diduga menjadi korban penipuan sebuah biro perjalanan umrah di Kota Jambi.
Kisah Bang Rais ini mendadak viral setelah ia mengungkapkan rasa nyeseknya karena telah kehilangan uang ratusan juta rupiah hasil keringatnya selama belasan tahun.
Nabung Sejak 2010, Amblas dalam Sekejap
Tidak ada yang instan dari perjuangan Rais. Ia mengaku telah menyisihkan sedikit demi sedikit gajinya sebagai honorer selama 16 tahun, terhitung sejak tahun 2010.
”Rp116 juta itu untuk saya, istri, dan nenek saya,” ungkap Rais dengan nada sedih, Kamis (14/5/2026). Total uang Rp116 juta yang ia kumpulkan dengan penuh kesabaran itu kini raib dibawa kabur pihak travel.
Sudah Syukuran dan Potong Kambing
Yang membuat hati Rais kian hancur adalah beban moral terhadap lingkungan sekitarnya. Karena merasa keberangkatannya sudah pasti, ia sempat menggelar acara syukuran di rumahnya sebagai bentuk rasa syukur.
”Kami sudah potong kambing, sudah salamin amplop ke tetangga, tetapi tidak jadi berangkat. Ya saya dan keluarga pasti malu,” ceritanya pilu. Ia kini harus menanggung malu kepada tetangga di kampungnya setelah rencana ibadah tersebut gagal total.
Kronologi Jeratan Paket “Ramadan Full”
Rais bercerita bahwa ia mulai tergiur sejak Agustus 2025 lalu setelah melihat selebaran paket umrah Ramadan 30 hari penuh dengan biaya Rp35,9 juta per orang. Ia kemudian melunasi biaya tersebut untuk tiga orang.
Namun, kecurigaan muncul saat memasuki Februari 2026 karena visa yang dijanjikan tak kunjung terbit. Setelah pertemuan terakhir dengan pihak direktur travel yang menjanjikan visa segera keluar, pihak travel justru menghilang dan tidak bisa lagi dihubungi.
226 Korban Menanti Keadilan
Ternyata, nasib serupa tidak hanya dialami oleh Rais. Ia menyebutkan ada sekitar 226 korban lain yang juga terjebak tipu daya travel tersebut. Para korban berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jambi hingga luar pulau seperti Kalimantan.
Laporan resmi pun telah dilayangkan ke Polda Jambi sejak 26 Februari 2026 lalu, namun Rais merasa hingga kini belum ada kejelasan. “Pak Kapolda tolong segera tangkap pelakunya,” pintanya penuh harap.
