Hukum  

Direksi Bank Jambi Perlu Diganti? Romiyanto: Kehancuran Itu Berasal Dari Pimpinan yang Tidak Tepat

Klikjambiviral.com, Jambi – Layanan digital Bank Jambi masih mengalami krisis parah. Ribuan nasabah terus menghadapi ketidakpastian hingga hari ini. Kini, perhatian publik beralih pada gaya pimpinan bank. Respons direksi dalam menghadapi krisis dinilai sangat lambat.

​Sorotan tajam mengarah kepada Direktur Utama Bank Jambi. Ia diketahui aktif dalam komunitas motor gede. Hobi ini sebenarnya bukan sebuah masalah hukum. Namun, pemulihan sistem bank berjalan sangat lambat. Simbol kecepatan motor kini menjadi bahan sindiran publik.

​”Yang kencang jangan cuma motor, pemulihan bank juga.” Komentar pedas warga ini ramai di media sosial. Kritik masyarakat terasa semakin tajam dan sangat menohok. Publik melihat ketimpangan besar krisis dan ketenangan manajemen. Kesan santai direksi melukai perasaan para nasabah.

​Nasabah kecewa berat karena layanan terganggu berbulan-bulan. Mereka tidak melihat adanya upaya keras internal bank. Direksi seolah menganggap situasi masih terkendali secara normal. Padahal, gangguan berbulan-bulan adalah krisis yang sangat serius.

​Publik tidak lagi bertanya kapan aplikasi kembali normal. Mereka meragukan kemampuan direksi memahami hilangnya kepercayaan nasabah. Stabilitas layanan digital adalah nyawa perbankan era modern. Layanan utama yang lumpuh lama memicu ketakutan publik.

​Direktur LBH Makalam Justice Centre, Romiyanto, angkat bicara. Ia menilai persepsi publik saat ini sangat berbahaya. Reputasi Bank Jambi terancam hancur tanpa adanya transparansi. “Dalam kondisi krisis, publik melihat gestur pimpinan,” ujarnya. Kesan santai direksi memicu kritik sosial yang masif.

​Direktur Utama dan Direktur IT harus tampil dominan. Mereka wajib menunjukkan kendali kuat atas situasi darurat. “Publik butuh komando kuat, arah, dan juga ketegasan.” Pernyataan normatif tanpa progres jelas tidak lagi berguna.

​Krisis siber membuktikan lemahnya manajemen krisis internal bank. Publik mempertanyakan kualitas sistem keamanan bank sejak awal. Kondisi darurat ini adalah alarm bagi pemegang saham. “Jangan sampai direksi lebih cepat mengatur agenda touring.” Sikap abai itu bisa merusak total citra institusi.

​Nasabah bank saat ini sangat mudah berpindah layanan. Mereka bisa dengan cepat beralih ke aplikasi lain. Mengembalikan kepercayaan publik yang hancur sangatlah sulit. “Inilah fase ambang kehancuran Bank 9 Jambi,” tegasnya. Semua ini akibat pimpinan bank yang tidak tepat

Exit mobile version