VIRAL! Fakta Terbalik Cekcok di TAC Sipin: Pemotor Dibuntuti dan Diprovokasi, Ujung-ujungnya Dimintai Duit

Klikjambiviral.com, Jambi – Sebuah video keributan antara pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil Honda Brio hitam di kawasan Pasar TAC Sipin, Kota Jambi, viral di media sosial hingga ditayangkan oleh stasiun televisi nasional. Dalam tayangan sepotong tersebut, pengendara motor seolah diposisikan sebagai pihak yang agresif.

​Namun, fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan justru berbanding terbalik. Pengendara motor tersebut ternyata adalah korban dari arogansi jalan raya, aksi pembuntutan, hingga dugaan pemerasan.

​Berikut adalah kronologi lengkap dari pihak korban yang selama ini tersudutkan oleh opini publik:

1. Berawal dari Insiden “Sen Kiri, Belok Kanan”

​Kejadian bermula pada Sabtu malam, 18 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Korban bersama istrinya baru saja pulang dari acara Halal bi Halal Paguyuban Wisnu Murti. Di perjalanan, mobil Brio hitam di depan mereka bermanuver membahayakan, yakni menyalakan lampu sen ke kiri, tetapi mendadak berbelok ke kanan. Insiden ini nyaris membuat motor korban terserempet.

​Sempat terjadi cekcok singkat, namun korban memilih mengalah dan melanjutkan perjalanan pulang. Ia bahkan sempat beristirahat sejenak di sebuah minimarket agar suasana mereda.

2. Dibuntuti, Dipotong, dan Direkam Secara Sepihak

​Tidak disangka, pengemudi Brio hitam tersebut justru membuntuti motor korban. Tepat di kawasan depan Pasar TAC Sipin, pengemudi Brio secara agresif memepet motor korban, memotong jalur, dan menghalangi jalan sehingga korban terpaksa berhenti.

​Dalam situasi tersebut, kunci motor korban diambil. Korban yang merasa terancam dan jalannya ditutupi justru diprovokasi oleh pengemudi Brio yang langsung merekam video. Merasa harus membela diri dan melindungi istrinya, terjadi kontak fisik dan aksi saling dorong yang berujung pada korban menanduk pria tersebut.

​Sayangnya, hanya video perlawanan inilah yang disebarkan dengan cepat, membuat korban tersudut dan menjadi bahan pergunjingan warga.

3. Kejanggalan Mediasi di Polsek Telanaipura

​Karena kunci motor ditahan dan keributan berlarut, korban berinisiatif mengajak penyelesaian di Polsek Telanaipura. Korban tiba lebih dulu. Namun saat pengemudi Brio menyusul, pasangan wanitanya yang berada di lokasi kejadian justru tidak ikut. Pria itu malah datang bersama pria lain yang mengaku sebagai abangnya, padahal tidak ada di lokasi kejadian.

​Di hadapan polisi, korban menunjukkan itikad baik bersedia mengganti biaya pengobatan atau perbaikan jika memang ada kerusakan. Namun, pengemudi Brio tersebut secara mengejutkan meminta uang sebesar Rp5 juta.

4. Tuntutan Tidak Masuk Akal

​Penyidik sempat mempertanyakan rincian dari nominal besar tersebut. Pengemudi Brio berdalih uang itu untuk memperbaiki kaca belakang dan kap depan mobil. Cekcok pun kembali pecah di kantor polisi. Korban dengan tegas menolak karena merasa sama sekali tidak pernah menyentuh atau merusak kap depan mobil tersebut, namun pihak Brio tetap bersikeras meminta kap mobilnya ikut diperbaiki.

5. LBH Makalam Justice Center Turun Tangan

​Merasa nama baiknya dicemarkan oleh video sepotong, keselamatan nyawanya terancam, dan dimintai ganti rugi yang tidak logis, korban menempuh jalur hukum. Pada Kamis siang, 21 Mei 2026, korban resmi memohon bantuan ke LBH Makalam Justice Center.

​Tim kuasa hukum LBH Makalam kini resmi memberikan pendampingan untuk mengawal kasus ini, memastikan keadilan bagi korban, dan memulihkan nama baiknya yang telah hancur oleh peradilan media sosial.

Exit mobile version